Kalo lagi libur gini jadi banyak waktu luang yang kepake buat mikir-mikir ga jelas trus somehow jadi kerasa banget deh betapa ada banyak hal yang terbengkalai dalam hidup gue, betapa ada banyak hal yang sudah terlupakan oleh gue, betapa masih banyak hal yang harus gue urus dan betapa banyak juga gue sudah berubah. Yea saya berubah dan saya sadar betul akan itu. Gue bahkan udah lupa bagaimana diri gue yang sebelum ini?Gue lupa tapi somehow gue kangen sekali dengan diri gue yang itu. Gue kangen sekali dengan gue dan teman-teman yang ada di sekitar gue saat itu.
Mungkin bukan ‘teman-teman’ sih, tapi ada beberapa teman yang sangat berpengaruh sama gue saat itu. Maksud gue saat itu adalah mungkin waktu SMA kali ya? Tepatnya SMA akhir-akhir, gue suka dengan diri gue yang itu walaupun mungkin banyak orang yang gue gatau tidak menyukai diri gue yang itu, tapi setidaknya gue cukup nyaman dengan keadaan gue waktu itu. Bukannya sekarang gue tidak merasa nyaman dengan diri gue sih, tapi gue tidak merasa senyaman itu.
Waktu-waktu dimana gue menemukan temen yang bener-bener temen, yang bener-bener ada waktu gue susah, yang masih ada sampai sekarang. Banyak hal yang gue pelajarin dari temen-temen gue itu, khususnya untuk beberapa orang yang mungkin menjadi significant other buat gue. Yang mengajarkan gue banyak hal. Dimana gue gausa terlalu peduli apa kata orang, dimana gue ga bole terlalu banyak mengeluh karena keadaan orang lain masih lebih buruk daripada gue, ngajarin gue untuk ga mikirin hal-hal yang kecil dan seharusnya gausah gue pusingkan, ngajarin gue kalo gue gausa memaksakan diri, dan it’s okey to make mistakes cause everybody does it too dan gue ga harus jadi sempurna, gue ga harus membandingkan diri gue dengan orang lain karena gue adalah gue, dan orang tetap membutuhkan gue for what i am. Ngajarin bahwa ga semua orang harus suka sama gue asalkan gue ga melakukan hal-hal yang merugikan mereka, ngajarin gue untuk melakukan hal-hal dengan dasar karena gue emang BISA, bukan karena ORANG LAIN BISA KENAPA GUE NGGAK.
Yea, saya kangen sekali pada orang-orang itu, mungkin sama kangennya seperti gue kangen nyokap. Gatau kenapa gue merasa mereka begitu jauhnya (mulai tersadar mereka terasa jauh ketika chatting dengan salah seorang dari mereka dan rasanya sudah tidak seperti dulu lagi). Gatau kenapa rasanya masa-masa itu betulbetul membuat gue jadi diri gue sendiri(?) gatau juga sih, yang jelas di masa-masa itu gue merasa gue dibutuhkan, gue tidak harus menjadi hebat untuk dibutuhkan. Gue bisa sangat PD dengan diri gue, gue nyaman dengan apa yang gue kenakan, it’s ok untuk tidak bersikap seperti yang orang inginkan, gue tidak harus membandingkan diri gue dengan siapa-siapa, gue tidak takut untuk menangis di saat gue capek karena gue tau mereka akan mengerti, mereka sangat mengerti gue (mereka atau?). DI satu sisi gue diajarkan untuk tidak manja dan memusingkan hal-hal kecil dan tidak mengeluh atas hal sepele, tapi di sisi lain gue dibuat merasa nyaman dan tidak perlu memaksakan diri kalau memang tidak mau. Tidak masalah gue tidak hebat karena gue tau mereka akan selalu terima gue, pemikiran-pemikiran gue, impian-impian gue, sakit hati gue, kegoblokan gue, dan sebagainya.
Yang jelas dimasa-masa itu gue merasa gue HEBAT walaupun gue tidak hebat. Gue bisa bangga akan diri gue sendiri dan gue gak pernah merasa terintimidasi dengan keadaan yang menuntut gue untuk jadi gimana. Maybe i’ts just me who’s being so melancholic,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar